Comentários do leitor

Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga Dibedakan Menurut Kapitalisasi Pasar

por Carl Ferro (2018-11-20)


Dalam bursa saham, ada sebagian istilah yang diterapkan ketika membicarakan saham. Istilah Saham Lapis Satu, Lapis Dua, dan Lapis Tiga sudah menjadi kosakata khusus yang dipakai dalam dunia saham. Bagi Anda yang masih umum atau baru memulai investasi di pasar modal, ada bagusnya mulai mengetahui ketiga istilah hal yang demikian.

Pengaplikasian istilah hal yang demikian dimaksudkan untuk mengelompokkan tipe saham menurut kriteria-kriteria yang dimiliki dan kualitasnya. Dikala berinvestasi saham, Anda mesti bisa memilih saham mana saja yang menjadikan keuntungan. Banyak pemula yang salah dalam memutuskan saham dari emiten yang cocok untuk ditransaksikan.

Biasanya eksistensi saham seperti ini telah digoreng atau sudah dimanipulasi sedemikian rupa sehingga seolah-olah terlihat seperti saham yang laris di pasaran. Sedangkan, saham itu sebenarnya saham tidur alias saham tak pantas jual.

Cara mengetahui saham itu Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga yakni dengan memperhatikan kapitalisasi pasar. Menurut definisinya, kapitalisasi pasar merupakan harga saham dikalikan dengan total jumlah saham yang diterbitkan emiten dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu, apa yang dimaksud Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga? Berikut penjelasannya.

1. Saham Lapis Satu (Blue Chips) Paling Unggul Kapitalisasi Pasarnya
Saham Lapis Satu dianggap berperan dalam menggerakkan IHSG. Kapitalisasi pasarnya bisa menempuh lebih dari Rp40 triliun. Saham-saham kategori ini memiliki volatilitas harga yang tidak terlalu tinggi. Tidak banyak terlalu termakan dengan gejolak pasar sebab perusahaan dengan saham ini memiliki daya kerja yang baik. Di samping itu, fundamental saham ini terbilang kuat sehingga sulit untuk "digoreng".

Saham Lapis Satu juga memiliki pergerakan harga yang tidak terlalu fluktuatif. Karena itu, banyak analis yang menganggap bahwa Saham Lapis Satu ialah saham yang paling aman. Saham Lapis Satu benar-benar sesuai untuk dibeli apalagi dimiliki sebagai investasi jangka panjang. Tidak heran apabila Saham Lapis Satu dijuluki sebagai Blue Chips atau First Liner.

Saham Lapis Satu rata-rata dipasarkan dengan harga yang tinggi. Tentunya saham-saham hal yang demikian juga memberikan dividen yang tinggi pula. Besaran dividen hal yang demikian rata-rata lebih tinggi dari saham lain di BEI. Model Saham Lapis Satu ialah BBRI, ICBP, TLKM, UNVR, taruhan bola GGRM, dan BBNI.

2. Saham Lapis Dua (Mid-Cap Stocks) Cukup Stabil dan Terbilang Likuid
Disebut sebagai mid-cap stocks atau second-liner, Saham Lapis Dua memiliki kapitalisasi pasar antara Rp500 miliar-Rp10 triliun. Harga sahamnya cenderung fluktuatif dan saham ini terbilang likuid. Sementara fundamental perusahaan dapat dikatakan cukup baik meski masih dalam tahap berkembang.

Harga Saham Lapis Dua tak semahal Blue Chips dan karena kapitalisasinya tidak lebih besar dari Saham Lapis Satu maka jumlahnya tidak sebanyak Saham Lapis Satu. Berikut ini merupakan yang termasuk ke dalam Saham Lapis Dua, adalah BBKP, situs poker BSDE, PWON, JPFA, LSIP, AISA, dan PPRO.

3. Saham Lapis Tiga (Small-Cap Stocks) Memiliki Volatilitas Harga yang Tinggi
Saham Lapis Tiga disebut juga sebagai junk stocks atau small-cap stocks. Saham-saham pada golongan ini memiliki volatilitas harga yang tinggi. Saham Lapis Tiga menjadi incaran spekulan sebab dapat dipermainkan sehingga harganya melonjak. Dalam situasi hal yang demikian, spekulan mengambil profit. Sebab itu, saham ini dapat dikatakan sebagai saham gorengan.

Dari sisi harga, Saham Lapis Tiga terbilang paling murah. Harganya lebih murah dari Second Liner dan First Liner. Sementara kapitalisasinya berada di bawah angka Rp500 miliar. Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari trading saham ini, agen judi bola perlu mempunyai kecakapan analisa yang kuat. Kehati-hatian dan ketepatan sungguh-sungguh penting agar tak merugi sebab fluktuasi harga saham yang ditandai dengan masuknya saham dalam kategori Unusual Market Activity (UMA).

Dividen dan tingkat keamanan dalam transaksi di pasar modal menjadi perhatian penting bagi pemberi modal. Banyak para analis memberi rekomendasi kepada pemula untuk membeli Saham Lapis Satu dan Dua. Sebab yang perlu disiapkan juga sungguh-sungguh besar, tapi memilih Saham Lapis Satu yakni opsi untuk investasi jangka panjang. Sebab itu, perhitungkan kecakapan Anda dan pilihlah saham pantas kesanggupan.